<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sahabat Asrama UI&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sahabatasramaui.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 05:38:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sahabatasramaui.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sahabat Asrama UI&#039;s Blog</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sahabatasramaui.wordpress.com/osd.xml" title="Sahabat Asrama UI&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sahabatasramaui.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Palestina: “Masa Bodoh…!” (Puisi seorang saintis untuk para pemimpin dunia)</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/palestina-%e2%80%9cmasa-bodoh%e2%80%a6%e2%80%9d-puisi-seorang-saintis-untuk-para-pemimpin-dunia/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/palestina-%e2%80%9cmasa-bodoh%e2%80%a6%e2%80%9d-puisi-seorang-saintis-untuk-para-pemimpin-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 05:38:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Tidakkah kau tengok tunas adventif Palestina Termutasi nuklir Yahudi durjana Tidakkah kau tatap ekosistem Jalur Gaza Reaksi fisi beriring fusi berantai di sana Deraian air mata tak terbendung Teorema Toricelli Genangan darah tak terilustrasi Asas Bernouli Kita penonton bak buih di gelombang lautan Melimpah namun massanya diabaikan Walau tersekat diafragma nasionalisme Walau terbayang gaya fiktif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=333&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p>Tidakkah kau tengok tunas adventif Palestina</p>
<p>Termutasi nuklir Yahudi durjana</p>
<p>Tidakkah kau tatap ekosistem Jalur Gaza</p>
<p>Reaksi fisi beriring fusi berantai di sana</p>
<p>Deraian air mata tak terbendung Teorema Toricelli</p>
<p>Genangan darah tak terilustrasi Asas Bernouli</p>
<p>Kita penonton bak buih di gelombang lautan</p>
<p>Melimpah namun massanya diabaikan</p>
<p>Walau tersekat diafragma nasionalisme</p>
<p>Walau terbayang gaya fiktif hedonisme</p>
<p>Kita satu umat satu organisme</p>
<p>Lakukan eksperimen di atas hipotesis</p>
<p>Mengubah partikel suci Baitul Maqdis</p>
<p>Menjadi uranium pembungkam zionis</p>
<p>(Yasir Arafat, Sekjen Sahabat Asrama UI X-3)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=333&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/palestina-%e2%80%9cmasa-bodoh%e2%80%a6%e2%80%9d-puisi-seorang-saintis-untuk-para-pemimpin-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memaknai Insya Allah</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/memaknai-insya-allah/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/memaknai-insya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 05:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, &#8220;Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.&#8221; Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja &#8220;kegagalan&#8221; ini menjadi cemoohan kaum kafir. Saat itulah turun ayat menegur Nabi, &#8220;Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=327&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/07/insya-allah.png"><img class="alignright size-full wp-image-328" title="insya Allah" src="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/07/insya-allah.png?w=320&#038;h=886" alt="" width="320" height="886" /></a></p>
<p>Beberapa penduduk Mekkah datang ke Nabi Muhammad saw. bertanya tentang ruh, kisah ashabul kahfi dan kisah Dzulqarnain. Nabi menjawab, &#8220;Datanglah besok pagi kepadaku agar aku ceritakan.&#8221; Keesokan harinya wahyu tidak datang menemui Nabi, sehingga Nabi gagal menjawab hal-hal yang ditanyakan. Tentu saja &#8220;kegagalan&#8221; ini menjadi cemoohan kaum kafir.</p>
<p>Saat itulah turun ayat menegur Nabi, <strong>&#8220;Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu: &#8220;Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut): &#8220;Insya Allah&#8221;. Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa dan katakanlah &#8220;Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.&#8221; (QS 18: 24)<span id="more-327"></span></strong></p>
<p>Kata &#8220;Insya Allah&#8221; berarti &#8220;jika Allah menghendaki&#8221;. Ini menunjukkan bahwa kita tidak tahu sedetik ke depan apa yang terjadi dengan kita. Kedua, hal ini juga menunjukkan bahwa manusia punya rencana, Allah punya kuasa. Dengan demikian, kata &#8220;insya Allah&#8221; menunjukkan kerendahan hati seorang hamba sekaligus kesadaran akan kekuasaan ilahi. Dari kisah sebelumnya, kita tahu bahkan Nabi pun mendapat teguran ketika alpa mengucapkan insya Allah.</p>
<p>Sayang, sebagian diantara kita sering melupakan peranan dan kekuasaan Allah ketika hendak berencana atau mengerjakan sesuatu. Sebagian diantara kita malah secara keliru mengamalkan kata &#8220;insya Allah&#8221; sebagai cara untuk tidak mengerjakan sesuatu. Ketika kita diundang, kita menjawab dengan kata &#8220;Insya Allah&#8221; bukan dengan keyakinan bahwa Allah yang punya kuasa tetapi sebagai cara berbasa-basi untuk tidak memenuhi undangan tersebut. Kita rupanya berkelit dan berlindung dengan kata &#8220;Insya Allah&#8221;. Begitu pula halnya ketika kita berjanji, sering kali kata &#8220;insya Allah&#8221; keluar begitu saja sebagai alat basa-basi pergaulan.</p>
<p>Ada cerita yang lucu dari Nasruddin bin Hoja.<br />
<em>Suatu hari Nasruddin membawa kain ke sebuah tukang jahit untuk dibuatkan sebuah baju panjang (gamis).</em><em><br />
</em><em>“Datanglah dua minggu depan,” kata si tukang jahit. “Insya Allah sudah selesai.”</em><em><br />
<em>Dua minggu kemudian Nasruddin datang dengan hati riang mengharapkan hari itu dia bisa memakai baju barunya. Tetapi ternyata baju itu belum selesai.</em><br />
<em>“Saya masih butuh seminggu lagi. Insya Allah sudah selesai.” Dan Nasruddin pun pulang dengan hati sedih.</em><br />
<em>Minggu depan dia datang lagi. Kali ini dengan harap2 cemas. Tetapi ternyata kecemasannya yang terbukti. Baju itu belum selesai juga.</em><br />
<em>“Datanglah besok”, kata si tukang jahit, “saya janji, Insya Allah sudah selesai.”</em><br />
<em>Nasruddin akhirnya berkata jengkel, “Berapa lama sebenarnya baju itu bisa kau selesaikan andaikata Allah tidak ikut campur?”</em></em></p>
<p>Wow. Kata Insya Allah ternyata hanya permainan lidah kita. Tetapi ternyata Insya Allah kita gunakan sebagai legitimasi ketika kita tidak memenuhi janji kita. Toh, saya sudah ucap Insya Allah. Kalo saya tidak datang berarti Allah tidak mengizinkan. Yup, segampang itu kita beralasan. Kita tidak mau tahu apakah kita sudah cukup berusaha atau tidak. Kita gunakan Allah sebagai tameng. Kita gunakan Insya Allah sebagai alasan. Naudzubillah.<br />
Karenanya marilah kita ucapkan Insya Allah dengan sepenuh hati bahwa kita bermaksud melakukan apa yang kita ucapkan. Kita gunakan jadi alat pemacu semangat kita berusaha. Dan jadi penghibur ketika kita tidak mampu mewujudkannya.<br />
Jangan kita ucapkan Insya Allah ketika memang tidak bermaksud untuk memenuhi permintaan seseorang. Lebih baik berikan alasan mengapa tidak bisa. Dan ucapkan Insya Allah apabila kita berjanji dan berusaha keras memenuhi janji itu.</p>
<p>Wallahua’lam bishowab</p>
<p>(luminous)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=327&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/07/20/memaknai-insya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/07/insya-allah.png" medium="image">
			<media:title type="html">insya Allah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hikmah plus plus SHALAT</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/06/03/hikmah-plus-plus-shalat/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/06/03/hikmah-plus-plus-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2010 11:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Kali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=323&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><a href="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/06/solat.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-324" title="solat" src="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/06/solat.jpg?w=300&#038;h=241" alt="" width="300" height="241" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span lang="IN">Selama ini sholat yang kita lakukan lima kali sehari, sebenarnya telah memberikan investasi kesehatan yang cukup besar bagi kehidupan kita. Mulai dari berwudlu ( bersuci ), gerakan sholat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa hebatnya baik untuk kesehatan fisik, mental bahkan keseimbangan spiritual dan emosional. Tetapi sayang sedikit dari kita yang memahaminya. Kali ini akan kita kupas apa aja manfaat dan hikmah di balik gerakan shalat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span lang="IN"><span id="more-323"></span> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="IN">Manfaat Kesehatan Sholat Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. </span><span lang="SV">Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Selain itu, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal. Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulang kemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Sujud Mencegah Wasir Sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama dalam bersujud.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.</span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span lang="SV">Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan rasul? Semoga shalat kita makin terasa manfaatnya&#8230;</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=323&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/06/03/hikmah-plus-plus-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/06/solat.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">solat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAFA (SAHABAT FAIR )</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/05/03/safa-sahabat-fair/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/05/03/safa-sahabat-fair/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 10:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[بٍسْمِ الله الرَحْمنِ الرَحِيْمِ semuanya&#8230;. gmn kabar kalian?? Baikkan?? mau kasih info,  Sekarang sahabat Asrama sedang mengadakan kegiatan bernama &#8220;SAFA &#8221; Sahabat Fair&#8221; Acara ini berlangsung dari tanggal 1 Mei sampai tanggal 8 Mei 2010. Bertempat di kantin asrama. Oiya, Ada BAZAR-nya juga lho.. ada buku, VCD,DVD, (bajakan )dan video islam, busana muslim/ah dan aneka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=317&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>بٍسْمِ الله الرَحْمنِ الرَحِيْمِ</p>
<p>semuanya&#8230;.</p>
<p>gmn kabar kalian?? Baikkan??</p>
<p>mau kasih info,  Sekarang sahabat Asrama sedang mengadakan kegiatan bernama &#8220;SAFA &#8221; Sahabat Fair&#8221;</p>
<p>Acara ini berlangsung dari tanggal 1 Mei sampai tanggal 8 Mei 2010. Bertempat di kantin asrama.</p>
<p>Oiya, Ada BAZAR-nya juga lho.. ada buku, VCD,DVD, (<span style="text-decoration:line-through;">bajakan </span> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )dan video islam, busana muslim/ah dan aneka herbal dengan harga terjangkau buat kantong kita2.. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tertarik??</p>
<p>Segera kunjungi kami di sana..</p>
<p><a href="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/05/safa.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-318" title="SAFA" src="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/05/safa.jpg?w=468&#038;h=662" alt="SAHABAT FAIR 2010" width="468" height="662" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=317&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/05/03/safa-sahabat-fair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sahabatasramaui.files.wordpress.com/2010/05/safa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SAFA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartini : Paradoks Wanita Masa Kini</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/kartini-paradoks-wanita-masa-kini/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/kartini-paradoks-wanita-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 08:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan karena menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.&#8221; (Surat Kartini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=309&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>&#8220;Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan karena menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>(Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902)</p>
<p>Dalam buku Kartini yang fenomenal berjudul <em>Door Duisternis Tot Licht</em> atau <em>Habis Gelap Terbitlah Terang</em>, ibu kita yang satu ini menuliskan kegelisahan hatinya menyaksikan wanita Jawa yang terkungkung adat sedemikian rupa. Tujuan utama beliau menginginkan hak pendidikan untuk kaum wanita sama dengan laki-laki. Tak lebih. Ia begitu prihatin dengan budaya adat yang mengungkung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu.</p>
<p>Dan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan ini bukanlah sebagai sarana untuk sekadar menang-menangan dengan laki-laki. Tapi lebih sebagai bekal mendidik anak-anak kelak agar menjadi generasi berkualitas. Bukankah anak yang dibesarkan dari ibu yang berpendidikan akan sangat berbeda kualitasnya dengan mereka yang dibesarkan secara asal? Inilah yang berusaha diperjuangkan Kartini saat itu.</p>
<p><span id="more-309"></span></p>
<p>Kartini memang sempat kagum dengan kemajuan yang dicapai oleh wanita Barat. Karena kebetulan saat itu yang menjadi teman koresponden beliau adalah wanita-wanita dari negeri Belanda. Tapi jangan lupa lho, ada perubahan pemikiran pada diri Kartini setelahnya ketika ia mengatakan dalam tulisannya</p>
<blockquote><p><em>“… Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradapan?”. Artinya bahwa budaya Barat bukanlah menjadi parameter keberhasilan dalam membentuk sebuah peradapan baru yang bermutu.”</em></p></blockquote>
<p>Silau. Fatamorgana. Bagaikan melihat air di gurun tandus padahal ternyata cuma pantulan sinar matahari yang ada. Itulah kondisi wanita Indonesia kita yang mayoritas adalah muslimah juga. Mereka mengagungkan budaya Barat dan kehilangan jati dirinya. Dianggapnya dengan keluar dari rumah dan berebut karir dengan para pria akan membuat tinggi derajatnya. Uang dan jabatan adalah sesuatu yang dinilai lebih demi sebuah harga diri.</p>
<p>Inilah gambaran wanita kita, muslimah Indonesia dan hampir semua negeri Muslim yang terjajah secara ideologi. Lingkungan pun turut membenarkan kondisi penjajahan ini atas nama kemajuan dan modern. Gimana nggak, bila seorang muslimah yang setelah kuliah bertahun-tahun di bangku universitas memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, maka tetangga kanan-kiri pasti akan mencibir. Kuliah tahunan cuma tinggal di rumah? Mending nggak usah kuliah dan nggak perlu menghambur-hamburkan uang.</p>
<p>Pada saat yang sama, lahan kerja untuk para laki-laki sebagai suami dan pencari nafkah utama keluarga juga semakin sempit saja. Wanita-wanita berpakaian mini dan seksi lebih diprioritaskan oleh banyak perusahaan untuk menempati posisi-posisi stratregis demi meningkatkan penjualan. Ngomong-ngomong, ini yang dijual produk apa tubuh wanita? Apakah ini pula yang diperjuangkan oleh kaum feminis yang lantang meneriakkan persamaan hak? Ternyata dengan ide ini, bukannya membawa perbaikan nasib pada kaum wanita, tapi malah semakin terpuruknya ke lembah yang bernama eksploitasi.</p>
<p>Wah&#8230; berarti wanita nggak boleh keluar rumah dong? No no, bukan begitu. Wanitadan laki-laki punya hak dan kewajiban yang seimbang dalam Islam. Dalam hal menuntut ilmu, keduanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Rasulullah saw. bersabda: <em>“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”</em> <strong>(HR Ibnu Adi dan Baihaqi dari Abbas ra, ath-Thabrani dan al-Khatib dari al-Husain bin Ali)</strong></p>
<p>Juga dalam sabda beliau yang lain: <em>“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya menuju surga.”</em> <strong>(HR Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah ra)</strong></p>
<p>Bahkan dalam Islam, begitu banyak sosok-sosok wanita hebat. Sebut saja nama Aisyah yang menjadi perawi hadits hingga ribuan jumlahnya. Beliau juga seorang yang ahli dalam pengobatan. Lalu Khadijah, seorang pengusaha sukses yang tetap menjaga harga dirinya sebagai muslimah.</p>
<p>Intinya, tidak ada larangan bagi wanita untuk keluar rumah dan berkarir selama tidak melalaikan kewajibannya sebagai istri dan ibu bagi anak-anaknya. Dan yang harus diperhatikan juga adalah jenis pekerjaan apa yang dilakoni wanita. Bila memang persamaan hak itu yang dituntut, maka kecerdasan dan keterampilan itulah yang harus lebih diperhitungkan. Bukan sebaliknya. Kemolekan tubuh dan wajah sebagai barang dagangan.</p>
<p>Lagipula, dalam Islam hukum bekerja bagi wanita adalah mubah. Bukan sunah apalagi wajib (jika penghasilan suami belum cukup untuk mengepulkan asap dapur, sebagai istri boleh aja bantuin suami nyari nafkah dengan bekerja) . Coba bayangkan apa yang dialami wanita. Sudah fitrahnya memperoleh haid setiap bulan yang bikin lemes, belum lagi hamil, melahirkan dan menyusui, cukup berat kan. Apalagi bila ditambah dengan kewajiban mencari nafkah. Maka, Maha Benar Allah yang emang super tahu tentang kapasitas manusia khususnya yang berjenis wanita.</p>
<p>Bekerja jadi kewajiban kaum adam karena sesuai fitrahnya yang memang secara fisik lebih kuat tekstur tubuhnya dari kaum hawa. Dan kewajiban ini nggak main-main, pertanggungjawabannya langsung kepada Allah. Itu sebabnya, keimanan jadi memegang peran penting dalam hal ini. <em>So</em>, cari deh suami yang punya iman agar tahu bagaimana menghargai wanita dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah kelak. Juga yang paham syariat agar tahu bagaimana mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya dengan bekerja keras secara halal.</p>
<p>Wanita, yang memegang peran penting sebagai tiang negara, selayaknya menjalankan tugas dan fungsinya. Membentuk generasi tangguh penerus bangsa dan membangun pilar-pilar kokoh peradaban melalui keturunannya.</p>
<blockquote><p>Maka, maha benar Allah yang memang menempatkan segala sesuatunya sesuai ukuran.</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=309&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/kartini-paradoks-wanita-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Dosa Sedalam Samudera</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/ketika-dosa-sedalam-samudera/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/ketika-dosa-sedalam-samudera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 07:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita? Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menaham [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=306&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun bahkan sepanjang usia kita?</p>
<p>Andaikan saja kita bersedia menyediakan satu kotak kosong, lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan, kira-kira apa yang terjadi? Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut sudah tak berbentuk kotak lagi, karena tak mampu menaham muatan dosa kita.</p>
<p>Bukankah shalat kita masih &#8220;bolong-bolong&#8221;? Bukankah pernah kita tahan hak orang miskin yang ada di harta kita? Bukankah pernah kita kobarkan rasa dengki dan permusuhan kepada sesama muslim? Bukankah kita pernah melepitkan selembar amplop agar urusan kita lancar? Bukankah pernah kita terima uang tak jelas statusnya sehingga pendapatan kita berlipat ganda? Bukankah kita tak mau menolong saudara kita yg dalam kesulitan walaupun kita sanggup menolongnya?</p>
<p>Daftar ini akan menjadi sangat panjang&#8230;&#8230;</p>
<p>Lalu, apa yang harus kita lakukan?</p>
<p><span id="more-306"></span></p>
<p>Allah berfirman dalam Surat az-Zumar [39]: 53 &#8220;Katakanlah: &#8220;Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221;</p>
<p>Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti dengan kalimat yang berbau murka. Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah. Allah pun menjanjikan untuk mengampuni dosa-dosa kita.</p>
<p>Karena itu, kosongkanlah lagi kotak yang telah penuh tadi dengan taubat pada-Nya.Kita kembalikan kotak itu seperti keadaan semula, kita kembalikan jiwa kita ke pada jiwa yang fitri dan nazih.</p>
<p>Jika anda mempunyai onta yang lengkap dengan segala perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang. Bukankah anda sedih? Bagaimana kalau tiba-tiba onta itu datang kembali berjalan menuju anda lengkap dengan segala perbekalannya? Bukankah Anda akan bahagia? &#8220;Ketahuilah,&#8221; kata Rasul, &#8220;Allah akan lebih senang lagi melihat hamba-Nya yang berlumuran dosa berjalan kembali menuju-Nya!&#8221;</p>
<p>Allah berfirman: &#8220;Dan kembalilahh kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).&#8221; (QS 39:54)</p>
<p>Seperti onta yang sesat jalan dan mungkin telah tenggelam di dasar samudera, mengapa kita tak berjalan kembali menuju Allah dan menangis di &#8220;kaki kebesaran-Nya&#8221; mengakui kesalahan kita dan memohon ampunNya&#8230;<!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=306&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/ketika-dosa-sedalam-samudera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-hati dengan Iblis</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/hati-hati-dengan-iblis/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/hati-hati-dengan-iblis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 07:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=302</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini SAHABAT akan berbagi tentang suatu hadits yang luar biasa dahsyat maknanya,  hadist ini mengungkap orang yang dibenci iblis, amalan yang menyakiti iblis, manusia yang menjadi teman iblis, dan serba-serbi iblis lainnya. Berikut kutipan lengkapnya : Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=302&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" dir="rtl">Kali ini SAHABAT akan berbagi tentang suatu hadits yang luar biasa dahsyat maknanya,  hadist ini mengungkap orang yang dibenci iblis, amalan yang menyakiti iblis, manusia yang menjadi teman iblis, dan serba-serbi iblis lainnya. Berikut kutipan lengkapnya :</p>
<p>Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.</p>
<p>Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”<br />
Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.<br />
“Siapa yang memaksamu?”<br />
“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.<br />
“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.<span id="more-302"></span></p>
<p>*Orang yang dibenci Iblis*</p>
<p>Rasulullah SAW lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”<br />
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah<br />
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”<br />
“Lalu Siapa lagi?”<br />
“Orang alim dan wara’ (loyal)”<br />
“Lalu siapa lagi?”<br />
“Orang yang selalu bersuci.”<br />
“Siapa lagi?”<br />
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”<br />
“Apa tanda kesabarannya?”<br />
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.<br />
“Selanjutnya apa?”<br />
“Orang yang bersyukur”<br />
“Apa tanda kesukurannya ?”<br />
“ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.<br />
“Orang seperti Abu Bakar menurutmu?”<br />
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”<br />
“Umar bin Khattab ?”<br />
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”<br />
“Usman bin Affan?”<br />
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”<br />
“Ali bin Abi Thalib?”<br />
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).</p>
<p>* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*</p>
<p>“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?”<br />
“Aku merasa panas dingin dan gemetar,” “kenapa ?”<br />
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”<br />
“Jika seorang umatku berpuasa ?”<br />
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”<br />
“Jika ia berhaji ?”<br />
“Aku seperti orang gila.”<br />
“Jika ia membaca al – qur’an ?”<br />
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api”<br />
“Jika ia bersedekah”<br />
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”<br />
“Mengapa bisa begitu ?”<br />
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”<br />
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?”<br />
“Suara kuda perang dijalan Allah.”<br />
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?”<br />
“Taubat orang bertaubat.”<br />
“Apa yang dapat membakar hatimu?”<br />
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”<br />
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?”<br />
“ Sedekah yang diam – diam.”<br />
“ Apa yang dapat merusak wajahmu ?”<br />
“ Shalat fajar.”<br />
“ Apa yang dapat memukul kepalamu ?”<br />
“Shalat berjama’ah.”<br />
“ Apa yang paling mengganggumu ?”<br />
“ Majelis para ulama.”<br />
“ Bagaimana cara makanmu ?”<br />
“ Dengan tangan kiri dan jariku .”<br />
“ Dimanakah kau menaungi anak – anak mu dimusim panas ?”<br />
“ Dibawah kuku manusia .”</p>
<p>* Manusia Yang Menjadi Teman Iblis*</p>
<p>Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis ?”<br />
“Pemakan riba”<br />
“Siapa sahabatmu ?”<br />
“ Pezina”<br />
“ Siapa teman tidurmu “<br />
“ Pemabuk. “<br />
“ Siapa utusanmu ?”<br />
“ Tukang sihir.”<br />
“ Apa yang membuatmu gembira ?”<br />
“ Bersumpah dengan cerai.”<br />
“ Siapa kekasihmu?”<br />
“ Orang yang meninggalkan shalat jum’at.”<br />
“ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu ?”<br />
“ Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”</p>
<p>*Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas*</p>
<p>Rasullullah SAW lalu bersabda :”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu”.<br />
“Iblis segera menimpali : “ tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”<br />
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”<br />
“Tidaklah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. “</p>
<p>*Iblis dibantu oleh 70.000 anak – anaknya*</p>
<p>Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak dan setiap anak memilki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak – anak muda, sebagian untuk mengganggu orang tua sebagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjama’ah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjama’ah.</p>
<p>Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.<br />
Aku punya anak yang senang berada dilidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.<br />
Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.<br />
Syaitan juga berkata ,”Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak –anakku selalu menyusup dan berubah ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.<br />
Akhirnya mereka menyembah allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.<br />
Tahukah kamu, Muhammad ? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.</p>
<p>*Cara Iblis Menggoda*</p>
<p>Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?<br />
Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.</p>
<p>Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur – ngulur shalat, Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.</p>
<p>Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.<br />
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Iapun shalat seperti ayam yang mematuk beras.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.<br />
Kebahagiaan apa untukmu, sedangkan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, “Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.</p>
<p>Ia pun mati dalamkekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, apakh engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam ?”</p>
<p>*10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT*</p>
<p>“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”<br />
“10 macam”<br />
“ Apa saja?”<br />
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”(Qs Al Isra :64).<br />
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.<br />
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.<br />
Aku minta agar bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “ Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).<br />
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.</p>
<p>Iblis berkata : “ Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”<br />
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.</p>
<p>Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud : 118 – 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku: (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk – makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”</p>
<p dir="rtl">Sumber : Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi /Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.</p>
<p>( Ulama wara berkata : Berbuat baiklah sekuat tenagamu untuk mencapai SYURGA,dan janganlah engkau Menyandarkan terlebih dahulu kepada TAKDIR ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/302/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/302/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=302&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/04/05/hati-hati-dengan-iblis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH KISAH UJIAN KESABARAN</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/sebuah-kisah-ujian-kesabaran/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/sebuah-kisah-ujian-kesabaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 08:17:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/sebuah-kisah-ujian-kesabaran/</guid>
		<description><![CDATA[Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “Ats Tsiqot” kisah ini. Dia adalah imam besar ,Abu Qolabah Al Jurmy Abdullah bin Yazid dan termasuk dari perawi-perawi yang meriwayatkan dari Anas bin malik. Dan yang meriwayatkan kisah ini adalah Abdullah bin Muhammad. Inilah kisahnya: Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=297&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “<em>Ats Tsiqot</em>” kisah ini. Dia adalah imam besar ,Abu Qolabah Al Jurmy Abdullah bin Yazid dan termasuk dari perawi-perawi yang meriwayatkan dari Anas bin malik. Dan yang meriwayatkan kisah ini adalah Abdullah bin Muhammad. Inilah kisahnya:</p>
<p>Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seseorang berdo’a :</p>
<p><em>Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridloi. Dan masukkanlah aku dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.</em> ( An Naml :19)<span id="more-297"></span></p>
<p>Aku melihat orang yang berdo’a tersebut, ternyata ia sedang tertimpa musibah. Dia telah kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya, matanya buta dan kurang pendengarannya.</p>
<p>Lalu aku mendatanginya dan berkata kepadanya : “Wahai hamba Allah, sungguh aku telah mendengar doamu tadi,ada apa gerangan?”</p>
<p>Kemudian orang tersebut berkata : “Wahai hamba Allah. Demi Allah seandainya Allah mengirim gunung-gunung dan membinasakanku dan laut-laut menenggelamkanku, tidak ada yang melebihi nikmat Tuhanku daripada lisan yang berdzikir ini” . Kemudian dia berkata: “Sungguh sudah tiga hari ini aku kehilangan anakku. Apakah engkau bersedia mencarinya untukku? (Anaknya inilah yang biasa  membantunya berwudhu dan memberi makan)</p>
<p>Maka aku berkata kepadanya : “Demi Allah tidaklah ada yang lebih utama bagi seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, kecuali memenuhi kebutuhanmu”. Kemudian aku meninggalkannya untuk  mencari anaknya. Tidak jauh setelah berjalan, aku melihat tulang-tulang berserakan di antara bukit pasir. Dan ternyata anaknya telah dimangsa binatang buas. Lalu aku berhenti dan berkata dalam hati: “Bagaimana caraku kembali kepada temanku, dan apa yang akan aku katakan padanya dengan kejadian ini?  Aku mulai berfikir. Maka aku teringat kisah Nabi Ayyub <em>‘alaihissalam</em>.</p>
<p>Setelah aku kembali, aku memberi salam kepadanya.</p>
<p>Dia berkata: Bukankah engkau temanku?</p>
<p>Aku katakan : “Benar”.</p>
<p>Dia bertanya lagi: Apa yang selama ini dikerjakan anakku?</p>
<p>Aku berkata: “Apakah engkau ingat kisah Nabi Ayyub?”</p>
<p>Dia menjawab: “Ya”.</p>
<p>Aku berkata : “Apa yang Allah perbuat dengannya?”</p>
<p>Dia berkata: “Allah menguji dirinya dan hartanya”</p>
<p>Aku katakan :”Bagaimana dia  menyikapinya?”</p>
<p>Dia berkata: “Ayyub bersabar”.</p>
<p>Aku katakan :”Apakah Allah mengujinya cukup dengan itu?</p>
<p>Dia menjawab :”Bahkan kerabat yang dekat dan yang jauh menolak dan meninggalkannya”</p>
<p>Lalu aku berkata : “Bagaimana dia menyikapinya?.</p>
<p>Dia berkata : Dia tetap sabar. Wahai hamba Allah, sebenarnya apa yang engkau inginkan?.</p>
<p>Lalu aku berkata : “Anakmu telah meninggal, aku mendapatkannya telah dimangsa binatang buas di antara bukit  pasir”</p>
<p>Dia berkata : “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan dariku keturunan yang dapat menjerumuskan ke neraka”</p>
<p>Lalu dia menarik nafas sekali dan ruhnya keluar.</p>
<p>Aku duduk dalam keadaan bingung apa yang aku kulakukan, jika aku tinggalkan, dia akan dimangsa binatang buas. Jika aku tetap berada disampingnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa. Ketika dalam keadaan tersebut, tiba-tiba ada segerombolan perampok menyerangku.</p>
<p>Para perampok itu berkata: Apa yang terjadi? Maka aku ceritakanlah apa yang telah terjadi. Mereka berkata: Bukakan wajahnya kepada kami! Maka aku membuka wajahnya lalu mereka memiringkannya dan mendekatinya seraya berkata :  Demi Allah, Ayahku sebagai tebusannya, aku menahan mataku dari yang diharamkan Allah dan Demi Allah, ayahku sebagai tebusannya, tubuh orang ini menunjukkah bahwa dia adalah orang yang sabar dalam menghadapi musibah.</p>
<p>Lalu kami memandikannya, mengkafaninya dan menguburnya. Kemudian aku kembali ke perbatasan. Lalu aku tidur dan aku melihatnya di mimpi dalam keadaan sehat. Aku berkata kepadanya : Bukankah engkau sahabatku?. Dia berkata : Benar. Aku berkata: Apa yang Allah lakukan terhadapmu?. Dia berkata : Allah telah memasukkanku ke dalam surga dan berkata kepadaku “<em>keselamatan atasmu berkat kesabaranmu</em>” (QS. Ar-Ra’d : 24). <em>Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.</em> (QS. Ar-Ra’d : 28)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/297/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/297/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=297&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/sebuah-kisah-ujian-kesabaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADA APA DI BALIK VALENTINE DAY ?</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ada-apa-di-balik-valentine-day/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ada-apa-di-balik-valentine-day/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Ukhti fillah… Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum, bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan, para gadis sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Ada yang sibuk membuat coklat dan kue-kue untuk orang yang disayanginya, mengirimkan kartu, atau sengaja mengkhususkan membuat pengakuan cinta untuk lelaki pujaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=295&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ukhti fillah…</p>
<p>Tanggal 14 Februari seakan-akan menjadi hari yang khusus bagi manusia secara umum, bahkan bagi seorang muslimah sekalipun. Dengan pengaruh dari berbagai media dan lingkungan, para gadis sibuk ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Ada yang sibuk membuat coklat dan kue-kue untuk orang yang disayanginya, mengirimkan kartu, atau sengaja mengkhususkan membuat pengakuan cinta untuk lelaki pujaan hatinya. <em>Na’udzubillah min dzalik.</em> Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan untuk dijauhkan dari perbuatan tersebut…<span id="more-295"></span></p>
<p>Setelah mengetahui fatwa-fatwa yang ada pada artikel sebelumnya, ada baiknya kita juga mengetahui asal usul adanya hari valentine. Dengan demikian, insya Allah kita akan lebih berhati-hati dan tidak segan-segan untuk meninggalkan hari raya tersebut. Apalagi jika kita benar-benar ingin menjadi wanita muslimah sejati, yang sangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan sangat takut dengan hukuman-Nya dan berharap keridhoan-Nya. Artikel berikut ini banyak menukil dari majalah As Sunnah dengan disertai berbagai tambahan dari penulis.</p>
<p><strong>Definisi Valentine’s Day</strong></p>
<p>Terdapat beberapa definisi yang terdapat di majalah As Sunnah edisi 11 tahun I untuk menjelaskan tentang hari valentine ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>,</p>
<p><em>A day on which lovers traditionally exchange affectionate messages and gift. It is ovserved on February 14, the date on which Saint Valentine was matyred.</em> (<em>The Encyclopedia Americana</em>, volume XXVII, hal 860)</p>
<p>“Sebuah hari dimana orang-orang yang sedang dilanda cinta secara tradisi saling mengirimkan pesan-pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari, suatu hari di mana St. Valentine mengalami martir.”</p>
<p><strong>Kedua</strong>,</p>
<p><em>The date on the modern celebration, February 14, is believed to derive in the execution of a Christian martyr, St. Valentine, on February 14, 270.</em> (<em>The Encyclopedia Americana</em>, volume XIII, hal. 464)</p>
<p>“Tanggal 14 Februari adalah perayaan modern yang diyakini berasal dari hari dihukum matinya seorang martir Kristen yaitu St. Valentine pada tanggal 14 Februari 270 M.”</p>
<p><strong>Ketiga</strong>,</p>
<p><em>Valentine, St. priest and physician of Rome who suffered martydorn probably during the persecution under Claudius II in 269. his feast is on 14 Feb. The custom of sending valentines probably had its origin in a heathen practice connected with the worship of Juno Februalis at the Lupercalia(*) or perhaps in the mediaval belief the birds commenced to mate onf 14 Feb.</em> (<em>Everyman’s Encyclopedia</em>, volume XII, hal 388).</p>
<p>“St. Valentine adalah seorang pendeta dan tabib dari Roma yang (dianggap) martir sewaktu kaisar Claudius II pada tahun 269 M. Peringatan tersebut pada tanggal 14 Febuari. Kebiasaan dengan mengirim valentine-valentine berasal dari upacara penyembahan berhala yang dikaitkan dengan peribadatan Juno Februarlis di goa Lupercal, atau (bisa jadi) pendapat bahwa burung-burung kwain pada tanggal 14 Februari.”</p>
<p>(*) <em>Lupercalia merupakan upacara keagamaan (ritual) yang dilakukan oleh orang-orang Romawi kuno yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyembah dewa Lupercus, yang oleh mereka dianggap sebagai dewa kesuburan, dewa padang rumput dan pelindung ternak. Sebagai suatu upacara ritual kesuburan, Lupercalia juga dihubungkan dengan penghormatan dan penyembahan kepada dewa Faunus sebagai dewa alam dan pemberi wahyu. Upacara atau festival tersebut dipimpin dan diawasi oleh suatu badan kegamaan yang disebut Luperci dan para pendetanya disebut Luperci.</em></p>
<p><em>Setiap upacara Lupercalia dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing yang dipimpin oleh para Luperci. Upacara tersebut dilakukan di dalam sebuah gua bernama Lupercal, berada di bukit Palatine, yang merupakan salah satu bukit di kota Roma. Setelah itu dua orang Luperci (dalam sumber lain dua orang pemuda) dibawa ke sebuah altar, kemudian sebuah pisau yang berlumuran darah disentuhkan pada kening mereka dan darah itu diseka dengan kain wool yang telah dicelupkan ke dalam susu. Setelah itu kedua orang tersebut diharuskan tertawa.</em></p>
<p><em>Kemudian para luperci memotong kulit kambing yang dikorbankan dan dijadikan cambuk. Kemudian mereka berlari dalam dua geromboloan mengelilingi bukit Palatine dan tembok-tembok kuno di Palatine, mencambuki setiap wanita baik yang mengikuti upacara maupun yang mereka temui di jalanan. Para wanita yang menerima cambukan itu dengan senang hati karena menurut mereka cambukan itu dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburannya.</em></p>
<p><em>Upacara Lupercalia ini terus berlangsung sampai pada masa pemerintahan Kaisar Constantin Agung (280 – 337 M). Kaisar Romawi ini adalah kaisar pertama pemeluk agama Nasrani. Lewat masuknya agama Nasrani itu dan berbagai jalan yang ditempuhnya, dia memegang peranan penting dalam hal merubah agama yang dikejar-kejar dan diancam sebelumnya menjadi agama yang dominan (bersifat nasional). Pengaruh agama nasrani semakin meluas di kerajaan Romawi dan Dewan gereja memegang peranan penting di bidang politik. Pada tahun 494 M, Dewan Gereja di bawah pimpinan Paus Gelasius I merubah bentuk upacara Lupercalia menjadi perayaan purifikasi (pemurnian/pembersihan diri). Dan pada tahun 496 M, Paus Gelasius I mengubah tanggal perayaan purifikasi yang berasal dari upacara ritual lupercalia dan tanggal 15 Februari menjadi tanggal 14 Februari. </em></p>
<p><strong>Keempat</strong>,</p>
<p><em>The St. Valentine who is spoken of as the apostle of Rhaetia, and venerated in passau as its first bishop.</em> (Encyclopedia Briatannica, volume XIV, hal. 949).</p>
<p>“St. Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.”</p>
<p>Kesimpulan dari keempat definisi tersebut adalah Valentine’s day dirayakan untuk mengormati dan mengkultuskan st. Valentine yang dianggap martir yang mati dibunuh pada tanggal 14 Februari 269 M (sumber lain menyebutkan 270 M) dan juga dianggap sebagai seorang utusan dan uskup yang dimuliakan. Pengambilan istilah itu juga dikaitkan dengan Lupercalia, upacara keagamaan orang Romawi Kuno dan juga bahwa burung-burung kawin pada tanggal tersebut.</p>
<p>Nah, saudariku… Apakah engkau tahu apa itu martir? Martir adalah orang yang dianggap mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan (agama). Kini engkau tahu agama apa yang dipertahankan olehnya. <em>Wallahul musta’an.</em> Ya ukhti… bagaimana kita bisa turut serta pada hari yang ditetapkan untuk menghormati orang yang mempertahankan agama yang bukan Islam (ini bukan berarti kita dibolehkan untuk menetapkan hari khusus untuk kematian orang-orang yang mempertahankan agama Islam!).</p>
<p>Dan bila dikaitkan dengan upacara Lupercalia, maka ini juga sangat jauh dari syari’at Islam, bahkan penuh dengan kesyirikan yang merusak tauhid. Lihatlah bagaimana upacara tersebut dilaksanakan untuk menyembah dewa-dewa. Padahal tidak ada yang berhak disembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Belum lagi keyakinan batil tentang pengaruh cambukan yang dapat menyebabkan atau mengembalikan kesuburan. Padahal tidak ada yang kuasa untuk memberi kesuburan pada seseorang sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, <em>“Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”</em> (QS. Asy-Syuura [42]: 50)</p>
<p>Ketahuilah saudariku, tidak ada pilihan lain bagi kita kecuali meninggalkan jauh-jauh kebiasaan turut serta merayakan hari Valentine ini. Apakah kita hendak turut serta pada acara yang ditetapkan oleh Nasrani untuk mengkultuskan sang uskup yang mati sebagai martir? Padahal kita ketahui orang-orang Nasrani tidak akan senang sampai kita mengikuti agama mereka. Maka senanglah mereka ketika kita turut berbaur dalam hari raya mereka. Karena Rasululllah <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, <em>“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.”</em> (HR. Abu Dawud). Atau… apakah kita hendak mendukung pula upacara Lupercalia yang penuh muatan syirik dan kemaksiatan? <em>Na’udzubillah mindzalik.</em></p>
<p>Cukupkanlah diri kita dengan apa yang telah diturunkan Allah dalam Al-Qur’an dan yang diajarkan Rasulullah <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> kepada umatnya. Karena kasih sayang di antara sesama muslim jauh lebih indah dimana Nabi <em>shollallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda, <em>“Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling mengaishi dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim). Maka engkau tidak perlu ragu-ragu untuk meninggalkan hari raya tersebut. Bertaubat adalah langkah yang utama dan mulia jika ternyata di hari yang lalu kita menjadi bagian dari perayaan tersebut. Semoga kita terus diberikan hidayah taufik oleh Allah untuk menjalankan amalan sesuai tuntunan syari’at. <em>Aamiin.</em></p>
<p><strong>Maraji’:</strong></p>
<ol>
<li>Majalah <em>As Sunnah</em> edisi 11 tahun I.</li>
<li><em>Riyadush Shalihin</em> – edisi Indonesia – karya Imam Nawawi jilid 1. Takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani. Duta Ilmu.</li>
<li> www.muslimah.or.id</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=295&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ada-apa-di-balik-valentine-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KU TITIP SURAT INI UNTUKMU</title>
		<link>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ku-titip-surat-ini-untukmu/</link>
		<comments>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ku-titip-surat-ini-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 07:40:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sahabatui</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatasramaui.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah risalah yang ditulis oleh seorang ibu kepada anaknya, yang mudah-mudahan dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. Surat yang ditulis oleh seorang ibu ketika dia melihat anaknya yang tidak lagi menunaikan kewajibannya sebagai seorang anak. Surat yang ditulis dari hati yang terluka. Surat yang ditulis dengan linangan air mata. Surat yang ditulis oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=289&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini adalah sebuah risalah yang ditulis oleh seorang ibu kepada anaknya, yang mudah-mudahan dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua. Surat yang ditulis oleh seorang ibu ketika dia melihat anaknya yang tidak lagi menunaikan kewajibannya sebagai seorang anak. Surat yang ditulis dari hati yang terluka. Surat yang ditulis dengan linangan air mata. Surat yang ditulis oleh seorang wanita yang telah mengabdi bertahun-tahun pada anaknya. akan tetapi, anaknya tersebut belum mengerti akan hakikat berbakti.<span id="more-289"></span></em></p>
<p>Assalaamu’alaikumwarahmatullah,</p>
<p>Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…</p>
<p>Wahai anakku, Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka… Wahai anakku! Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak! Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati dan telah engkau robek pula perasaanku.</p>
<p>Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan kabar tentang kehamilanku dan semua ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi… Semenjak kabar gembira tersebut aku membawamu 9 bulan. Tidur, berdiri, makan dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu, bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu. Aku mengandungmu, wahai anakku! Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku begitu gembira tatkala merasakan melihat terjangan kakimu dan balikan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap aku menimbang diriku, karena semakin hari semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku. Penderitaan yang berkepanjangan menderaku, sampailah saat itu, ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku barang sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak bisa dilukiskan. Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak dapat lagi menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia. Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku padamu semakin bertambah dengan bertambah kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air ke kerongkonganku.</p>
<p>Wahai anakku… telah berlalu tahun dari usiamu, aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu. Harapanku pada setiap harinya, agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu… itulah kebahagiaanku! Kemudian, berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah mengenal lelah serta mendo’akan selalu kebaikan dan taufiq untukmu. Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu. Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu. Semakin dekat hari perkawinanmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. saat itu pula hatiku mulai serasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur pula dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku. Waktu berlalu seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah perkawinan itu aku tidak lagi mengenal dirimu, senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.</p>
<p>Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk ingin melihat rupamu. Detik demi detik kuhitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat panjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku manyangka bahwa engkaulah orang yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelepon. Setiap suara kendaraan yang lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang. Akan tetapi, semua itu tidak ada. Penantianku sia-sia dan harapanku hancur berkeping, yang ada hanya keputusasaan. Yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya. Anakku… ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan ibumu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agar bisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari bahagia masa kecilmu. Dan Ibu memohon kepadamu, Nak! Janganlah engkau memasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu!! Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapat sekali-kali singgah ke sana sekalipun hanya satu detik. Jangan jadikan ia sebagai tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkaupun berlalu pergi. Anakku, telah bungkuk pula punggungku. Bergemetar tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti oleh penyakit… Berdiri seharusnya dipapah, dudukpun seharusnya dibopong, sekalipun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu… Masih seperti lautan yang tidak pernah kering. Masih seperti angin yang tidak pernah berhenti. Sekiranya engakau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada ibumu… Mana balas budimu, nak!? Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan tuba. Bukankah Allah ta’ala telah berfirman, “Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!” (QS. Ar Rahman: 60) Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!</p>
<p>Wahai anakku, setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah buah dari kedua tanganku, engkaulah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu?! Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu? Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina dari sekian banyak pembantumu . Semua mereka telah mendapatkan upahnya!? Mana upah yang layak untukku wahai anakku! Dapatkah engkau berikan sedikit perlindungan kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik. Wahai anakku!! Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain. Wahai anakku! Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki supel, dermawan, dan berbudi. Anakku… Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan!? Bukan karena apa-apa?! Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya… Hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya… hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya… hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!</p>
<p>Wahai anakku, ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan itu menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits : “Orang tua adalah pintu surga yang di tengah. Sekiranya engkau mau, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah!!” (HR. Ahmad)</p>
<p>Anakku, aku sangat mengenalmu, tahu sifat dan akhlakmu. Semenjak engkau telah beranjak dewasa saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan shalat berjamaah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah. Akan tetapi, anakku! Mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, amal apa yang paling mulia? Beliau bersabda: “Shalat pada waktunya”, aku berkata: “Kemudian apa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada kedua orang tua”, dan aku berkata: “Kemudian, wahai Rasulullah!” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah”, lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya. (Muttafaqun ‘alaih)</p>
<p>Wahai anakku!! Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas?! Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya yang ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang kiranya, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas. Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang maha besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhoku adalah keridhoan Allah ta’ala, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya? Anakku, yang aku cemaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya : “Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang”, dikatakan, “Siapa dia,wahai Rasulullah?, Rasulullah menjawab, “Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga”. (HR. Muslim)</p>
<p>Anakku… Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit dan aku tidak adukan duka ini kepada Allah, karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada dokter yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya, Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku… Bagaimana ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau adalah pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab, padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku. Bangunlah Nak! Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa hingga engkau akan menjadi tua pula, dan al jaza’ min jinsil amal… “Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam…” Aku tidak ingin engkau nantinya menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis dengan air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu. Wahai anakku, bertaqwalah kepada Allah pada ibumu, peganglah kakinya!! Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.</p>
<p>Anakku… Setelah engkau membaca surat ini,terserah padamu! Apakah engkau sadar dan akan kembali atau engkau ingin merobeknya. Akan tetapi, barangsiapa yang menanam, niscaya dia pula yang akan menuai.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Dari Ibumu yang selalu mencintaimu</p>
<p><em>Maroji&#8217;:</em></p>
<p><em>&#8220;Kutitip Surat Ini Untukmu&#8221;, karya Ustadz Armen Halim Naro rahimahulloh<br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatasramaui.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatasramaui.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatasramaui.wordpress.com&amp;blog=9412734&amp;post=289&amp;subd=sahabatasramaui&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatasramaui.wordpress.com/2010/02/16/ku-titip-surat-ini-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">sahabatui</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
